Selasa, 14 Januari 2020

Munculnya Kerajaan Baru di Indonesia, Kerajaan Keraton Agung Sejagat

Kerajaan tersebut bernama Keraton Agung Sejagat, kerajaan ini diklaim tak hanya memimpin wilayah Purworejo, melainkan juga dunia.
Mereka juga mengklaim memiliki sebuah keraton dengan bentuk kekinian namun belum selesai dibangun di Desa Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.
Kerajaan ini dipimpin oleh sepasang raja dan ratu, yaitu Totok Santosa Hadiningrat alias Sinuhun sebagai Raja dan Dyah Gitarja alias Kanjeng Ratu.

“Kami muncul untuk menunaikan janji 500 tahun runtuhnya Kerajaan Majapahit di tahun 1518,” tutur Totok yang menasbihkan dirinya sebagai Rangkai Mataram Agung, seperti dikutip dari tribunnews, Minggu 12 Januari 2020.

Sosok Totok lantas menjadi sorotan warga dunia maya, terutama terkait sosok dirinya pada 2016.
Selain pernah meramalkan sesuatu yang dianggap hampir terjadi pada tahun ini, dia juga pernah menjanjikan uang ratusan dollar AS (jutaan rupiah) per bulan kepada setiap warga di Yogyakarta dari dana yang bersumber dari suatu bank.
Bank mana yang dimaksud? Serta ramalan apa yang pernah diungkapkannya pada 2016 yang dianggap hampir menjadi kenyataan?
Totok sendiri mengklaim dirinya memiliki pengikut sebanyak 425 orang yang siap melakukan kirab keliling kampung.
Terkiat klaim dirinya yang menjadi pemimpin dunia, Totok mengaku bisa mengubah sistem politik global.

“Kami ada untuk mempersiapkan kedatangan Sri Maharatu Jawa kembali ke tanah Jawa,” tutur Totok.
Menurut Totok, hal ini terkait dengan perjanjian yang dibuat oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa terakhir Majapahit dengan orang Portugis pada 1518.
Kekalahan Portugis dalam berabad-abad silam, menurut Totok, dapat diartikan kembalinya kekuasaan dunia ke wilayah nusantara.

Sementara, mengenai pemilihan Purworejo sebagai pusat kerajaan, Totok beralasan bahwa di Yogya dan Solo sudah keburu berdiri kerajaan Mataram.
Viral-nya nama Totok Santosa Hadiningrat membuat warganet penasaran tentang siapa dirinya.
Melalui akun Instagram dirinya, @hrtoto, terlihat beberapa kali dirinya mengunggah foto pribadi.
Selain itu, beberapa kali pula dirinya mengunggah foto atau kutipan terkait agama atau perang.
Totok Santosa Hadiningrat pimpinan Keraton Agung
Namun, di antara itu semua, salah satu yang paling disoroti adalah unggahannya pada 2016.
Saat itu, Totok mengunggah foto tentang Perang Dunia III pada 2020, tahun ini.
Tentu saja, ‘ramalan’ tersebut seolah mendekati bertambah buruknya hubungan Iran-AS di awal tahun yang dianggap bisa memicu perang besar.

Pada 2016 pula, sosok Totok ternyata pernah menjadi sorotan media, khususnya yang berada di wilayah Yogyakarta atau Jawa Tengah.
Melalui organisasi Jogja Development Comiittee (Jogja DEC), Totok menjanjikan akan membagikan uang sebesar 100 hingga 200 dollar AS per bulan kepada setiap anggotanya.
Uang tersebut diklaim berasal dari sebuah bank di Swiss yang menyimpan Esa Monetary Fund.
Sebuah dana, yang diklaim Totok, akan dibagikan kepada warga untuk memberi kesejahteraan kepada warga Indonesia.
Lalu, terwujudkah apa yang dijanjikan Totok?
Sebuah berita pada 2016 menyebut banyak anggota Jogja DEC memilih mundur karena janji pembagian uang tersebut tak pernah terwujud.



Inilah sosok sepasang Raja dan Ratu Kerajaan Kraton Agung Sejati




Pasukan Menteri2 dan pengawal saat melakukan Kirab keliling kampung


Laokasi Kerajaan berada di Desa Pogung Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Jawa Tengah


Saat Pelaksanaan Upacara Raja dan Ratu bersama para pejabat Kerajaan


Raja pada saat pidato di depan para Anggota Kerajaan


Suasana Di Keraton Agung Sejagat, Nampak para menteri dan Pejabat Kerajaan


Sang Maharaja Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat Pewaris tahta Kerajaan Majapahit


Batu Prasasti yang dianggap keramat yang diambil dari Bruno Purworejo


Sabtu, 11 Januari 2020


SEJARAH BERDIRINYA KEBUMEN


Sejarah Trah Kolopaking dimulai dari huru hara dikeraton Mataram, yang kala itu dipegang oleh Sunan Amangkurat I, yang lebih dekat ke VOC. Banyak Bangsawan kerajaan dibunuh, disingkirkan dan disuir dari Keraton. salah satunya adalah Pangeran Bumidirja yang kemudian menetap di Kadipaten Panjer. 
Datangnya Pangeran Bumidirdja di panjer, menimbulkan kekhawatiran Ki Gedhe panjer Roma II dan Tumenggung Wangsanegara panjer Gunung karena Pangeran Bumidirdja saat itu dinyatakan sebagai buronan Pemerintah. 

Akhirnya Ki Gedhe panjer Roma II dan Tumenggung Wangsanegara memutuskan untuk meninggalkan panjer dan tinggallah Ki Kertawangsa yang dipaksa untuk tetap tinggal dan taat pada Mataram. Ia diserahi dua kekuasaan panjer dan kemudian bergelar Ki Gedhe panjer Roma III. 
Dua Kekuasaan panjer (panjer Roma dan panjer Gunung) membuktikan bahwa panjer saat itu sebagai sebuah wilayah berskala luas (Kabupaten / Kadipaten) sehingga dikategorikan dalam daerah Brang Kulon.

Semenjak Sunan Amangkurat I, memerintah di Mataram, banyak timbul ketidakpuasan para bangsawan keraton dan pemebrontakan dibeberapa daerah. salah satunya yang terkenal adalah Pemberontakan Trunojoyo. 

Pada tanggal 2 Juli 1677 Trunajaya berhasil menduduki istana Mataram di Plered yang ketika itu diperintah oleh Sultan Amangkurat Agung (Amangkurat I). Sebelum Plered dikuasai oleh Trunajaya, Sultan Amangkurat Agung dan putranya yang bernama Raden Mas Rahmat berhasil melarikan diri ke arah Barat. 
Dalam pelarian tersebut, Sultan Amangkurat Agung jatuh sakit. Dia kemudian singgah di panjer (tepatnya pada tanggal 2 Juni 1677) yang pada waktu itu diperintah oleh Ki Gedhe panjer III. 
Sultan Amangkurat I diobati oleh Ki Gedhe panjer III dengan air Kelapa Tua (Aking) karena pada waktu itu sangat sulit mencari kelapa muda. Setelah diobati oleh Ki Gedhe panjer III, kesehatan Sultan Amangkurat I berangsur membaik. 
Karena jasa Ki Gedhe Panjer III, oleh Sunan Amangkurat I beliau di angkat sebagai Tumenggung  dengan gelar Tumenggung Kalapa Aking I (Kolopaking I, sebagai departemen Adipati panjer I (1677 - 1710). 

Setelah merasa pulih, Sultan Amangkurat Agung melanjutkan perjalannya menuju ke Barat, akan tetapi sakitnya ternyata kambuh kembali dan akhirnya Beliau wafat di desa Wanayasa (Kabupaten Banyumas) tepatnya pada tanggal 13 Juli 1677. 


Menurut Babad Tanah Jawi, kematian Sultan Amangurat Agung dipercepat oleh air kelapa beracun pemberian Raden Mas Rahmat (putranya sendiri yang menyertai Dia dalam pelarian). Sesuai dengan wasiatnya, Ia kemudian dimakamkan di daerah Tegal Arum (Tegal) yang kemudian dikenal dengan nama Sunan Tegal Wangi . 

Dalam masa pemerintahan Kadipaten Panjer, tumenggung Kolopaking I digantikan oleh anaknya  oleh putranya dan bergelar Tumenggung Kalapaking II (1710 - 1751), dilanjutkan oleh Tumenggung Kalapaking III (1751 - 1790) dan Tumenggung kalapaking IV (1790 - 1833)
Sementara itu tampuk kepemimpinan panjer periode Kolopaking hanya berlangsung hingga Kolopaking IV dikarenakan adanya suksesi di panjer pada waktu itu antara Kalapaking IV dan Arungbinang IV yang berakhir dengan pembagian wilayah dimana Kalapaking mendapat bagian di Karanganyar dan Banyumas, sedangkan Arungbinang tetap di panjer. Sejak pemerintahan Arungbinang IV inilah panjer Roma dan panjer Gunung digabung Menjadi satu dengan nama Kebumen.



https://youtu.be/eBJ9UkeWmPo?t=1218


Sudahkan proses pengaspalan hotmix ini sesuai standar?


Pembangunan Jalan desa di wilayah RT 01 RW 01 dan RT 05 RW 01 Desa Sitirejo, jalan yang menghubungkan Desa Sitirejo dengan Desa Gadungrejo dukuh gadungan kecamatan Klirong Kebumen. Bagaimana Prosesnya? lihat dan amati, apakan prosedur pengaspalan jalan sudah sesuai presedur dan aturan yg berlaku apa belum. Jika kalian punya pendapat tolong beri komentar dan tonton videonya.

Rabu, 08 Januari 2020

Seoul Grand Park Korea Selatan Ayooo piknik

Ayo gaes jalan jalan di seoul grand park.... Bedanya tempat wisata di negara maju dengan negara sendiri yang paling mencolok adalah tingkat kebersihannya. Hampir tak ada sampah berserakan dan setiap sungai dan irigasi pasti terlihat bersih dan jernih airnya. Tak ada orang yang membuang sampah sembarangan. Kesadaran akan kebersihan sangat tinggi...Sehingga seluruh wilayah di negeri korea nampak indah dan sedap dipandang mata karena kebersihannya terjaga. Dan Burung burung bebas berterbagnan tanpa takut diganggu manusia... karena keberadaanya dilindungi...

Pedagang kaki lima Korea yang kreatif di Ansan

Ketika saya jalan jalan ke Ansan yaitu sebuah kota di korea selatan, saya menjumpai pedagang yang unik yaitu cara berjualanya dengan bernyanyi menari layaknya seorang artis panggung. Setelah orang berkumpul untuk melihat barulah kemudian mereka menawarkian barang dagangannya. Pedagang ini berjumlah 2 orang pria wanita entah itu suami istri atau partner kerja. Tugasnya yg satu mengiringi musik dengan bedug sebagai pelengkap dari alat musik midi yang diputar. Yang perempuan menari dan bernyanyi dengan nada riang.... Ayo tonton videonya. jangan lupa like comment subscribe dan share....  

Festival Musim tanam korea selatan

Di korea ternyata ada juga semacam pameran, bazar, expo atau semacamnya. Seperti misal pada festival musim panas, festival musim panen dan lain lain. Waktu saya berada di negeri gingseng tersebut saya sempat mengunjungi beberapa pameran, bazar, festival dan lain lain. Salah satunya yg terdapat dalam video ini... selamat menonton...

Jumat, 13 Desember 2019

Saat2 Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Allah SWT menutup para nabi dan rasul dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW. Nabi SAW diutus untuk membenarkan dan menyempurnakan agama-agama samawi yang terdahulu. Hal demikian dinyatakan dalam Alquran salah satunya dalam surah al-Ahzab ayat 40. 
Baca Juga
Di dalam Alquran, Allah SAW menyatakan kedatangan sosok Nabi Muhammad sebagai karunia bagi hamba-hamba-Nya, kabar gembira, dan rahmat bagi seluruh alam. Karena itulah, alam pun menyambut dengan gembira akan kelahiran Nabi akhir zaman. Kemuliaan Rasulullah SAW telah tampak sejak sebelum beliau lahir ke dunia. 
Dalam buku berjudul "Sirah Nabawiyah" oleh Ibnu Hisyam, saat mengandung Muhammad, Allah telah memberi pesan kepada ibunya, Aminah.
Diriwayatkan Ibnu Sa'ad, bahwa ibunda Muhammad bercerita tentang mimpinya saat mengandung Rasulullah SAW. Ia didatangi seseorang yang berkata, "Engkau sedang mengandung pemimpin umat ini. Jika ia sudah lahir ke bumi, ucapkanlah: 'Aku memohonkan perlindungan untuknya dengan Dzat Yang Maha Esa dari kejahatan setiap pendengki, lalu berilah nama Muhammad.' Ketika aku melahirkan, aku melihat ada cahaya yang keluar dari rahimku, sehingga aku bisa melihat istana-istana Bushra di Syam." 
Diriwayatkan, bahwa cahaya itu bersinar hingga ke Istana Busyra. Cahaya itu terlihat seolah anak panah dan pelangi yang dapat terlihat dari kota-kota yang jauh. Adapula yang berpendapat bahwa cahaya itu menerangi seluruh dunia. 
Pada saat tengah mengandung Muhammad, Aminah bahkan tidak merasakan berat sebagaimana dialami oleh ibu-ibu hamil pada umumnya. Selanjutnya, ketika Nur Muhammad SAW masuk ke dalam rahim Aminah, Allah SWT memerintahkan malaikat supaya membuka pintu surga dan memberi tahu semua penghuni langit dan bumi tentang berita kelahiran Sang Nabi.
Tidak hanya itu, alam pun memberi isyarat akan kelahiran sang pembawa rahmat ini. Seperti dikutip dari buku berjudul "Uswatun Hasanah" oleh Haddad Alwi, dikisahkan bahwa tanah-tanah di sekitar kawasan Makkah sebelumnya kering kerontang. Namun menjelang kelahirannya, tanah di sana menjadi subur, pohon-pohon menjadi rimbun dan berbuah lebat. Dikatakan, hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membicarakan serta mengumumkan berita akan lahirnya Nabi Muhammad SAW. 
Diriwayatkan oleh al-Baihaqi oleh Fathimah ats-Tsaqafiyyah, bahwa ia menyaksikan detik-detik kelahiran Muhammad SAW. "Ketika itu aku melihat cahaya yang amat terang menyinari seisi rumah tempat beliau dilahirkan. Selain itu, aku pun melihat beberapa bintang bersinar turun mendekat sehingga aku merasa seolah-olah bintang-bintang itu hendak mematuhi diriku."
Sementara itu, Aminah melihat sendiri bayi Muhammad SAW berbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Kemudian, Aminah melihat awan turun menyelimutinya dan juga mendengar sebuah seruan. "Bimbinglah ia mengelilingi Timur dan Barat, supaya mereka tahu, dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik." Setelah itu, awan tersebut lenyap dari pandangan Aminah.
Selain itu, diriwayatkan bahwa pada malam kelahiran Muhammad SAW, bumi berguncang dilanda gempa sehingga berhala-hala yang terpancang di sekitar Ka'bah jatuh bergelimpangan dan berhancuran.
Kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Muthalib bercerita, "Ketika aku sedang berada di Ka'bah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Ka'bah, 'Telah lahir Nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan menyucikan-Ku dari berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan kepada Yang Mahamengetahui'." 
Selain tanda ini, terdapat peristiwa-peristiwa besar di berbagai wilayah yang terjadi menjelang kelahiran Nabi SAW. Sementara setelah beliau lahir, disebutkan bahwa tembakan komet di langit menjadi sering terjadi sebagai tanda bahwa pengetahuan iblis dan jin tentang perkara gaib sudah tamat.
Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin, 12 Rabiu'l Awal pada Tahun Gajah di tengah keluarga Bani Hasyim di Makkah. Sebagian ulama berpendapat beliau lahir pada Senin, 9 Rabiul Awal atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 Masehi.  

ALBUM LAGU CINTA TERBARU